SAINS INDONESIANA https://sainsindonesiana.id/index.php/sainsindonesiana Gamma Publishing en-US SAINS INDONESIANA 2964-3724 PENGEMBANGAN ALAT BANTU JALAN (ABJS) PADA PASIEN STROKE DI KABUPATEN CILACAP https://sainsindonesiana.id/index.php/sainsindonesiana/article/view/99 <p>Gangguan berjalan merupakan gangguan aktifitas fungsional anggota tubuh karena adanya kelumpuhan pada separuh anggota tubuh pasien. salah satu disfungsi berjalan yang paling umum, dan diperkirakan 60% terkena disfungsi motoric berjalan sedang hingga berat di seluruh dunia dan memberikan dampak yang cukup besar pada psikologi dan kualitas hidup pasien stroke. Beberapa efek samping seperti pengecilan otot-otot pada anggota gerak atas dan bawah tubuh, kekakuan pada persendian, spastisitas otot, dan gangguan decubitus akibat tirah baring yang cukup lama, maka dibutukan alat untuk membantu aktifitas fungsional. Alat bantu jalan adalah sebuah rangkaian media yang didesain dari besi, dan kombinasi dari sevty ball memiliki efek kemudahan dalam melatih disfungsi motoric berjalan pada pasien stroke dengan cara meningkatkan kemampuan berdiri dan berjalan secara mandiri. Alat bantu jalan ini memiliki kemudahan dalam latihan berjalan yang sangat memudahkan, sehingga menjadi kebutuhan untuk melakukan aktivitas fungsional pada pasien stroke. Salah satu metode yang dapat diaplikasikan untuk alat bantu jalan adalah metode gait analisys. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian explanatory research Desain penelitian merupakan cara agar penelitian dapat dilakukan dengan efektif dan efisien. Tekhnik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan tekhnik purposive 12 sampling dengan kriteria inklusi: Pasien stroke yang memiliki gangguan aktifitas fungsional dan sedang menjalani fisioterapi. Hasil uji sapiro wilks menunjukkan 0,104 sehingga disimpulkan data berdistribusi normal (singnifikansi pada 0,05) dari latihan ABJS exercise dengan mengunkan alat ukur aktifitas fungsional mengunakan indeks barthel diperoleh Thitung = 8,113&gt; Ttabel 2.02439 didapat dari daftar distribusi t dengan dk = (38) dengan taraf signifikasi 0,05 kesimpulanya signifikasi pada taraf 0,05. Hasil uji signifikasi dari latihan dengan mengunkan alat ukur aktifitas fungsional mengunakan Indeks Barthel diperoleh Thitung =1,652&lt; Ttabel 2.02439 didapat dari daftar distribusi t dengan dk = (38) dengan taraf signifikasi 0,05 kesimpulanya tidak signifikasi pada taraf 0,05.</p> Wahyu Wahid Muttaqin Wahyu Khoirunnisa Denih agus Setia Permana Copyright (c) 2025 SAINS INDONESIANA 2025-03-02 2025-03-02 3 1 1 6 TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP OBAT BERLABEL HALAL DI APOTEK FARMARINDO SOKARAJA https://sainsindonesiana.id/index.php/sainsindonesiana/article/view/100 <p>Masyarakat Indonesia semakin tertarik dengan gaya hidup halal, terutama dalam konsumsi produk halal yang meliputi obat-obatan. Dalam Islam, kehalalan menjadi syarat utama dalam memilih produk, termasuk obat, yang harus bebas dari bahan non-halal. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 mewajibkan semua produk yang beredar di Indonesia untuk bersertifikat halal. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap obat halal di Apotek Farmarindo Sokaraja, mengingat rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai obat halal di wilayah tersebut. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain <em>cross-sectional</em> yang bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap obat berlabel halal di Apotek Farmarindo Sokaraja. Data dikumpulkan melalui kuisioner yang disebarkan menggunakan aplikasi <em>Google Form</em>. Subjek penelitian terdiri dari 100 konsumen Apotek Farmarindo Sokaraja yang memenuhi kriteria. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan distribusi kuisioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti menyimpulkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat di apotek farmarindo Sokaraja yaitu 91% pada kategori tinggi dan tingkat sikap masyarakat di apotek farmarindo Sokaraja yaitu 99% pada kategori positif. Tingkat pengetahuan masyarakat di apotek farmarindo Sokaraja yaitu pada kategori tinggi dan dan tingkat sikap masyarakat di apotek farmarindo Sokaraja yaitu pada kategori positif.</p> Nabilla Maulida Putri Sugeng Priyatno Nisa Febrinasari Copyright (c) 2025 SAINS INDONESIANA 2025-02-02 2025-02-02 3 1 7 14 TELEHEALTH DALAM PELAYANAN KESEHATAN MENTAL DI PENJARA: STUDI LITERATUR https://sainsindonesiana.id/index.php/sainsindonesiana/article/view/97 <p>Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang kesehatan dan semakin tingginya kebutuhan masyarakat akan keperawatan yang berkualitas baik dan cepat menuntut profesi perawat menggunakan teknologi kesehatan dalam memberikan pelayanan yang profesional. Seorang narapidana tentunya memiliki stressor yang tinggi karena adanya tekanan dalam hidup dan hal ini membutuhkan adanya perawatan kesehatan mental. Tujuan studi ini untuk mengetahui manfaat, kegunaan dan keunggulan Telehealth para narapidana di penjara. Menggunakan metode <em>literature review</em>. Pencarian menggunakan database elektronik yaitu Emerald, PubMed, dan ProQuest dan Search Engine yaitu Google Scholar. Kriteria inklusi dalam literature review ini adalah artikel yang diterbitkan pada tahun 2000 - 2023, berbahasa inggris dan bahasa indonesia, fulltext, penelitian kualitatif dan kuantitatif. Terdapat 8 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi beberapa layana kesehatan mental di penjara antara lain: telenursing, telemedicine, telepsychiatry, dan tele-mental health. &nbsp;Beberapa artikel didapatkan beberapa manfaat dan keunggulan <em>teleheath</em> yang membantu memperluas kapasitas untuk memberikan layanan kesehatan mental, sehingga mengatasi layanan yang belum terpenuhi.</p> Nur Oktavia Hidayati Siti Haiva Alawiyah Nike Aprilia Eka Maulidya Cahyani Efri Widianti Copyright (c) 2025 SAINS INDONESIANA 2025-02-05 2025-02-05 3 1 15 42 ANALISIS KONFLIK PADA USAHA KECIL OBAT TRADISIONAL DI JAWA TENGAH DAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA https://sainsindonesiana.id/index.php/sainsindonesiana/article/view/111 <p>Konflik merupakan aspek yang tak terhindarkan dalam hubungan sosial manusia di berbagai organisasi. Oleh karena itu diperlukan manajemen konflik dalam setiap individu tak terkecuali untuk tenaga kefarmasian. Tenaga farmasian juga memerlukan keilmuan tentang manajemen konflik dalam lingkup kerjanya, termasuk di industri obat tradisional. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi fenomena konflik di bidang obat tradisional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif pada partisipan yang merupakan pekerja UKOT (Usaha Kecil Obat Tradisional) di Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi DIY. Berdasarkan hasil penelitian terkait pandangan tentang konflik UKOT di Provinsi Jawa Tengah (71,43%) dan Provinsi DIY (62,50%) didominasi dengan pendapat bahwa pandangan tentang konflik sesuai dengan pandangan hubungan manusia (<em>the human relations view</em>). Berdasarkan faktor penyebab konflik UKOT di Provinsi Jawa Tengah (25,76%) dan di Provinsi DIY (35,14%) menyatakan karakteristik yang berbeda atau perbedaan nilai-nilai pribadi menjadi faktor penyebab konflik terbesar terbesar penyebab konflik. Kesimpulan dari penelitian tersebut yaitu faktor terbesar penyebab konflik pada UKOT di Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi DIY adalah karakteristik yang berbeda atau perbedaan nilai-nilai pribadi</p> Tri Kusuma Wardani Yuniariana Pertiwi Copyright (c) 2025 SAINS INDONESIANA 2025-02-01 2025-02-01 3 1 43 53 ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU MASYARAKAT TENTANG ANTIBIOTIK SECARA RASIONAL DI APOTEK WARAS BAROKAH SEMARANG https://sainsindonesiana.id/index.php/sainsindonesiana/article/view/102 <p>Antibiotik adalah golongan senyawa sinstetis atau alami yang mampu dalam menghentikan atau menekan proses biokimia terhadap suatu organisme. Resistensi&nbsp; antibiotik&nbsp; saat&nbsp; ini&nbsp; menjadi&nbsp; ancaman terbesar&nbsp;&nbsp;&nbsp; bagi&nbsp;&nbsp;&nbsp; kesehatan&nbsp;&nbsp;&nbsp; masyarakat&nbsp;&nbsp;&nbsp; global, sehingga&nbsp; WHO mengkoordinasi kampanye&nbsp; global untuk&nbsp;&nbsp;&nbsp; meningkatkan&nbsp;&nbsp;&nbsp; kesadaran&nbsp;&nbsp;&nbsp; dan&nbsp;&nbsp;&nbsp; perilaku masyarakat &nbsp;&nbsp;terhadap&nbsp;&nbsp; antibiotik. Penelitian tentang Tingkat Pengetahuan dan&nbsp; Perilaku&nbsp; Masyarakat&nbsp; Terhadap&nbsp; Penggunaan Antibiotik dilakukan menggunakan metode <em>cross sectional</em>, yang bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat mengenai penggunaan antibiotik yang rasional. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner tertutup. Sampel sebanyak 70 responden di Apotek waras barokah. Hasil penelitian menunjukan masyarakat sekitar Apotek Waras barokah memiliki pengetahuan dan perilaku yang cukup baik yakni (62%) dan (84%). Hasil uji chi square menunjukan nilai p 0,839 yakni &gt;0,05 menunjukan tidak ada hubungan antara pengetahuan dan perilaku penggunaan antibiotik</p> Dias Feni Meliana Zamal Daud Dandhy Kusuma Chilmia Nurul Fatiha Copyright (c) 2025 SAINS INDONESIANA 2025-02-20 2025-02-20 3 1 54 60 KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PBF X PURWOKERTO MENURUT PERSPEKTIF ISLAM https://sainsindonesiana.id/index.php/sainsindonesiana/article/view/103 <p>Pedang Besar Farmasi berperan penting pada fasilitas pelayanan seperti pada apotek dalam melakukan pengadaan perbekalan farmasi. Distribusi obat oleh PBF harus memastikan mutu, khasiat, kemananan, keabsahan yang terjamin sampai ke fasilitas pelayanan yang ditujukan. Dalam perspektif Islam, pada Al-Qur’an surah At-Taubah (9:105) yang dijelaskan apabila kita melakukan suatu pekerjaan hendaklah bekerja dengan baik, maka dari ayat tersebut pelayanan yang diberikan kepada pelanggan haruslah pelayanan yang terbaik yang dapat memberikan kepuasaan pada pelanggan. Penelitian yang dilakukan menggunakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Data penelitian diperoleh dari kuesioner yang terdiri dari 5 aspek, keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan nyata, pada dasar shidiq, amanah, tabligh, fatonah yang menggunakan metode purposive sampling pada 30 apotek pelanggan BSP yang memenuhi kriteria inklusi. Kepuasan pelanggan terhadap pelayanan di PBF X berdasarkan nilai syariah diperoleh nilai indeks pada dimensi kehandalan rata-rata sebesar 91,33%, pada dimensi ketanggapan sebesar 84%, dimensi jaminan sebesar 92%, dimensi empati sebesar 98%, dan dimensi bukti fisik sebesar 89%. Rata-rata tingkat kepuasan responden termasuk dalam tinggi kategori. Hasil ini memberikan masukan kepada PBF X untuk terus mempertahankan pelayanan sehingga pelanggan tetap mendapatkan kepuasan, yang dapat berupa pembuatan standar yang berkaitan dengan nilai-nilai syariah.</p> Nely Ayu Wardany Nisa Febrinasari Copyright (c) 2025 SAINS INDONESIANA 2025-02-20 2025-02-20 3 1 61 72